Soal pertama
PT Sulam Sutera Tbk memperleh prestasi ajang Anugerah Pemerintah 2019
PT Sulam Sutera Tbk berhasil memperoleh kebanggaan yang
menorehkan kehebatan perusahaan dengan sejumlah prestasi dalam ajang Anugerah
Pemerintah pada tahun 2019. Dalam
gelaran Anugerah Pemerintah ke-8 tersebut,
Sulam Sutera dianggap mampu berhasil meraih penghargaan The Best
Kinerja. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang
dinilai sudah sangat ok dalam tata kelolanya, mencatatkan kinerja gemilang,
sekaligus mampu bersaing di skala nasional dan global.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Sulam Sutera
Ilham Bintang juga menyabet penghargaan sebagai The Best CEO. Selain kedua
penghargaan tersebut, Sulam Sutera juga berhasil meraih penghargaan
Pengembangan Talenta Terbaik dan Transformasi Organisasi Terbaik. Penghargaan
ini diterima oleh Ilham Bintang pada acara yang diselenggarakan di Grand
Ballroom Ritz Carlton, di Jakarta, pada hari Kamis (28/3).
"Penghargaan ini tentunya memotivasi seluruh jajaran
Sulam Sutera baik manajemen maupun karyawan, untuk bekerja lebih baik lagi.
Penghargaan ini membuktikan juga Sulam Sutera semakin siap bertransformasi
menjadi perusahan energi," ujar Ilham Bintang.
Diselenggarakan oleh PT Swasta Sinema dan didukung oleh PPM
Manajemen, penilaian Anugerah Pemerintah 2019 dilakukan sejak bulan Januari
lalu melalui pengisian kuesioner, presentasi perusahaan, wawancara, dan
penilaian dewan juri yang digawangi oleh mantan Menteri era SoehartoTanri
Abeng. Setidaknya terdapat sejumlah aspek penilaian dalam penghargaan ini
antara lain pertumbuhan dan transformasi, tata kelola perusahaan, pengembangan
talenta (SDM), dan inovasi teknologi.
Dijelaskan oleh Tanri Abeng bahwa perusahaan Sulam Sutera
sangat hebat. “Patut diapresiasi,” jelas Tanri Abeng pada saat penghargaan pada
hari Jumat (29/3).
Melalui raihan ini, Sulam Sutera telah berhasil
mempertontonkan kepada masyarakat luas terkait mantapnya kinerja perusahaan.
Tidak hanya berhasil meningkatkan kinerja, perusahaan juga berhasil
mengembangkan potensi insan Sulam Sutera.
EDITAN :
PT Sulam Sutera Tbk berhasil memperoleh kebanggaan yang
menorehkan kehebatan perusahaan dengan sejumlah prestasi dalam
ajang Anugerah Pemerintah pada tahun
2019. Dalam gelaran Anugerah Pemerintah ke-8 tersebut, Sulam Sutera dianggap mampu berhasil
meraih penghargaan The Best Kinerja. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan
tata kelola perusahaan yang dinilai sudah sangat ok ( Baik ) dalam
tata kelolanya, mencatatkan kinerja gemilang, sekaligus mampu bersaing di
skala nasional dan global.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Sulam Sutera
Ilham Bintang juga menyabet ( memperoleh ) penghargaan sebagai The Best
CEO. Selain kedua penghargaan tersebut, Sulam Sutera juga berhasil
meraih penghargaan Pengembangan Talenta Terbaik dan Transformasi
Organisasi Terbaik. Penghargaan ini diterima oleh Ilham Bintang pada
acara yang diselenggarakan di Grand Ballroom Ritz Carlton, di Jakarta, pada
hari Kamis (28/3).
"Penghargaan ini tentunya memotivasi seluruh jajaran
Sulam Sutera baik manajemen maupun karyawan, untuk bekerja lebih baik lagi.
Penghargaan ini membuktikan juga Sulam Sutera semakin siap bertransformasi
menjadi perusahan energi," ujar Ilham Bintang.
Diselenggarakan oleh PT Swasta Sinema dan didukung oleh PPM
Manajemen, penilaian Anugerah Pemerintah 2019 dilakukan sejak bulan
Januari lalu melalui pengisian kuesioner, presentasi perusahaan, wawancara, dan
penilaian dewan juri yang digawangi (di awasi) oleh mantan Menteri era
SoehartoTanri Abeng. Setidaknya terdapat sejumlah aspek penilaian dalam
penghargaan ini antara lain pertumbuhan dan transformasi, tata kelola
perusahaan, pengembangan talenta (SDM), dan inovasi teknologi.
Dijelaskan oleh Tanri Abeng bahwa perusahaan Sulam Sutera
sangat hebat. “Patut diapresiasi,” jelas Tanri Abeng pada saat penghargaan pada
hari Jumat (29/3).
Melalui raihan ini, Sulam Sutera telah berhasil
mempertontonkan kepada masyarakat luas terkait mantapnya (Bagusnya)
kinerja perusahaan. Tidak hanya berhasil meningkatkan kinerja, perusahaan juga
berhasil mengembangkan potensi insan Sulam Sutera.
HASIL EDITAN
PT Sulam Sutera Tbk berhasil menorehkan kehebatan perusahaan
dengan prestasi ajang Anugerah Pemerintah tahun
2019. Dalam gelaran Anugerah Pemerintah ke-8 tersebut, Sulam Sutera meraih penghargaan The Best
Kinerja. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang
dinilai sudah sangat baik, mencatatkan kinerja gemilang, sekaligus mampu
bersaing di skala Nasional dan Global.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Sulam Sutera
Ilham Bintang juga memperoleh penghargaan sebagai The Best CEO. Selain kedua
penghargaan tersebut, Sulam Sutera meraih penghargaan Pengembangan Talenta dan
Transformasi Organisasi Terbaik. Penghargaan ini diterima Ilham Bintang di
Grand Ballroom Ritz Carlton, di Jakarta, Kamis (28/3).
"Penghargaan ini tentunya memotivasi seluruh jajaran
Sulam Sutera baik manajemen maupun karyawan, untuk bekerja lebih baik lagi.
Penghargaan ini membuktikan juga Sulam Sutera semakin siap bertransformasi
menjadi perusahan energi," ujar Ilham Bintang.
Diselenggarakan oleh PT Swasta Sinema dan didukung oleh PPM
Manajemen, penilaian Anugerah Pemerintah 2019 dilakukan bulan Januari lalu
melalui pengisian kuesioner, presentasi perusahaan, wawancara, dan penilaian
dewan juri yang diawasi oleh mantan Menteri era SoehartoTanri Abeng. Terdapat sejumlah aspek penilaian dalam
penghargaan ini antara lain pertumbuhan dan transformasi, tata kelola
perusahaan, pengembangan talenta (SDM), dan inovasi teknologi.
Dijelaskan oleh Tanri Abeng bahwa perusahaan Sulam Sutera
sangat hebat. “Patut diapresiasi,” jelas Tanri Abeng pada saat penghargaan pada
hari Jumat (29/3).
Melalui raihan, Sulam Sutera berhasil mempertontonkan kepada
masyarakat luas terkait bagusnya kinerja perusahaan. Tidak hanya berhasil
meningkatkan kinerja, perusahaan juga berhasil mengembangkan potensi insan
Sulam Sutera.
Soal Kedua
Kongres Luar Biasa PSSI menetapkan ketua umum dan anggota Komite Eksekutif 2019-2024
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk menetapkan ketua umum
dan anggota komite eksekutif (exco) definitif pada kepengurusan 2019-2024
kemungkinan besar bakal diselenggarakan setelah pilpres, antara bulan Mei
hingga Agustus mendatang yang kemungkinan dilaksanakan tempatnya di Jakarta.
Sejumlah figur atau tokoh terkenal, dari tokoh politik, pejabat negara hingga
pengusaha, para menteri, gubernur dan bupati sudah menyatakan kesiapannya untuk
maju dalam perebutan kursi panas jabatan ketua PSSI tersebut.
Gusti Randa, pelaksana tugas (plt) ketua umum PSSI yang saat
ini masih menjabat, mengungkapkan KLB kemungkinan baru bisa digelar pada
Agustus nanti. Namun, rencana itu dianggap terlalu lama oleh mayoritas pemilik
suara (voters). Di sisi lain, PSSI
sendiri masih menunggu respon dari FIFA sebagai bagian dari aturan dan tahapan
yang harus dilalui untuk memastikan waktu pelaksanaan extra ordinary congress
tersebut. "Jadi, ya, kita Jadi, ya, kita tunggu saja," kata Gusti,
Sabtu (6/4/2019).
Di tengah masa penantian ini, kubu Persib Bandung keukeuh
mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan untuk
mengomandani otoritas sepak bola nasional itu. Umuh Muchtar, manajer Persib
Bandung, menyebut Komjen Iriawan sangat siap mengomandani PSSI.
Menurut Umuh Muchtar, sosok Iriawan yang biasa disapa Iwan
Bule itu memiliki banyak kemampuan untuk
memimpin PSSI. Selain berpengalaman lima tahun sebagai pembina Persib, Iwan
Bule juga profesional.
Kehadiran sosok petinggi Polri untuk memimpin PSSI dinilai
sangat tepat ddan akurat dalam upaya memberantas praktik kotor pengaturan skor
seperti yang dibongkar Tim Satgas Anti Mafia Bola yang telah dibentuk Mabes
Polri beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola
nasional, mengakui bahwa PSSI memang memerlukan pemimpin yang berani, tegas,
dan paham tentang seluk beluk sepak bola Indonesia.
Melihat kiprahnya saat bertugas di jajaran kepolisian,
keberanian dan ketegasan melekat pada sosok Komjen Mochammad Iriawan. Apalagi,
didukung dengan jajaran pengurus yang kuat, berdedikasi dan profesional. Maka,
oleh karena itu, ada harapan jika kedepannya PSSI akan lebih baik.
"Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang
memiliki kriteria untuk memimpin PSSI," kata Kesit, Jumat (5/4).
Diingatkan oleh Kesit apa yang terjadi di PSSI saat ini, di
mana sejumlah pengurusnya terlibat dalam pengaturan skor, bisa dijadikan
pelajaran yang sangat penting.
EDITAN
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk menetapkan ketua
umum dan anggota Komite Eksekutif (Exco) definitif pada
kepengurusan 2019-2024 kemungkinan besar bakal ( akan )
diselenggarakan setelah Pilpres, antara bulan Mei hingga Agustus
mendatang yang kemungkinan dilaksanakan tempatnya di Jakarta.
Sejumlah figur atau tokoh terkenal, dari tokoh politik, pejabat negara hingga
pengusaha, para menteri, gubernur dan bupati sudah menyatakan
kesiapannya untuk maju dalam perebutan kursi panas jabatan ketua PSSI
tersebut.
Gusti Randa, pelaksana tugas (Plt) ketua umum PSSI
yang saat ini masih menjabat, mengungkapkan KLB kemungkinan baru
bisa digelar pada Agustus nanti. Namun, rencana itu dianggap terlalu
lama oleh mayoritas pemilik suara (voters).
Di sisi lain, PSSI sendiri masih menunggu respon dari FIFA
sebagai bagian dari aturan dan tahapan yang harus dilalui untuk
memastikan waktu pelaksanaan Extraordinary Congress tersebut.
"Jadi, ya, kita Jadi, ya, kita tunggu saja," kata Gusti, Sabtu
(6/4/2019).
Di tengah masa penantian ini, kubu Persib Bandung keukeuh
( Kekeh ) mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan
untuk mengomandani otoritas sepak bola nasional itu. Umuh Muchtar, manajer
Persib Bandung, menyebut Komjen Iriawan sangat siap mengomandani PSSI.
Menurut Umuh Muchtar, sosok Iriawan yang biasa disapa
Iwan Bule itu memiliki banyak kemampuan
untuk memimpin PSSI. Selain berpengalaman lima tahun sebagai pembina
Persib, Iwan Bule juga profesional.
Kehadiran sosok petinggi Polri untuk memimpin PSSI
dinilai sangat tepat dan akurat dalam upaya memberantas praktik kotor
pengaturan skor seperti yang dibongkar Tim Satgas Anti Mafia Bola yang telah
dibentuk Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola Nasional,
mengakui bahwa PSSI memang memerlukan pemimpin yang berani, tegas, dan
paham tentang seluk beluk sepak bola Indonesia.
Melihat kiprahnya saat bertugas di jajaran
kepolisian, keberanian dan ketegasan melekat pada sosok Komjen Mochammad
Iriawan. Apalagi, didukung dengan jajaran pengurus yang kuat,
berdedikasi dan profesional. Maka, oleh karena itu, ada harapan jika kedepannya
PSSI akan lebih baik.
"Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang
memiliki kriteria untuk memimpin PSSI," kata Kesit, Jumat (5/4).
Diingatkan oleh Kesit apa yang terjadi di PSSI saat ini, di
mana sejumlah pengurusnya terlibat dalam pengaturan skor, bisa
dijadikan pelajaran yang sangat penting.
HASIL EDITAN
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI menetapkan ketua umum dan
anggota Komite Eksekutif (Exco) definitif kepengurusan 2019-2024
kemungkinan besar akan diselenggarakan setelah Pilpres, antara Mei
hingga Agustus mendatang yang dilaksanakan di Jakarta. Sejumlah figur atau
tokoh terkenal, dari tokoh politik, pejabat negara hingga pengusaha, menteri,
gubernur dan bupati untuk maju dalam perebutan kursi panas jabatan ketua PSSI
tersebut.
Gusti Randa, pelaksana tugas (Plt) ketua umum PSSI yang saat
ini menjabat, mengungkapkan KLB bisa digelar pada Agustus. Namun, rencana itu
dianggap terlalu lama oleh mayoritas pemilik suara (voters). Di sisi lain, PSSI masih menunggu respon dari
FIFA sebagai aturan dan tahapan yang harus dilalui untuk memastikan waktu
pelaksanaan Extraordinary Congress tersebut. "Jadi, ya, kita Jadi, ya,
kita tunggu saja," kata Gusti, Sabtu (6/4/2019).
Di tengah penantian ini, kubu Persib Bandung kekeh
mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan untuk
mengomandani otoritas sepak bola nasional itu. Umuh Muchtar, manajer Persib
Bandung, menyebut Komjen Iriawan sangat siap mengomandani PSSI.
Menurut Umuh Muchtar, Iriawan yang disapa Iwan Bule itu
memiliki kemampuan untuk memimpin PSSI.
Selain berpengalaman lima tahun sebagai pembina Persib, Iwan Bule juga
profesional.
Kehadiran petinggi Polri untuk memimpin PSSI dinilai tepat
dan akurat dalam upaya memberantas praktik kotor pengaturan skor seperti yang
dibongkar Tim Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Mabes Polri beberapa waktu
lalu.
Sementara itu, Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola Nasional,
mengakui bahwa PSSI memerlukan pemimpin yang berani, tegas, dan paham tentang
seluk beluk sepak bola Indonesia.
Melihat kiprahnya saat bertugas di kepolisian, keberanian
dan ketegasan melekat pada sosok Komjen Mochammad Iriawan. Apalagi,
didukung pengurus yang kuat, berdedikasi dan profesional. Maka, oleh karena
itu, ada harapan jika kedepannya PSSI akan lebih baik.
"Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang
memiliki kriteria untuk memimpin PSSI," kata Kesit, Jumat (5/4).
Diingatkan oleh Kesit apa yang terjadi di PSSI saat ini, di
mana pengurusnya terlibat pengaturan skor, bisa dijadikan pelajaran yang
sangat penting.